Senin, 19 Oktober 2015

Kadang Senang, Kadang Sedih




Sekarang saya sedang menikmati film India yang sedang diputar disalah satu tv swasta, Kabhi Kushi Kabhi Gham ( Kadang Senang, Kadang Sedih ). Salah satu film yang sering sekali diputar di tv entah sudah berapa kali, dan sudah saya tonton berulang kali pula. Pertama kali saya tonton film ini ketika saya masih duduk di sekolah menengah pertama. Time flies very fast, rigth? :)

Cerita film ini sederhana, dan mungkin banyak film lain yang punya cerita mirip dengan film ini, tapi film ini selalu memiliki kesan mendalam dalam ingatan dan menyentuh hati saya.

Bukan, bukan karena cerita hubungan orang tua dan anak yang renggang karena keinginan orang tua yang tidak dapat diikuti oleh sang anak, bukan pula haru biru pertemuan kembali mereka setelah sekian tahun harus perang dingin karena keputusan sang anak yang menentang keinginan si ayah untuk menikahinya dengan perempuan pilihan sang ayah.

Yang membuat saya jatuh hati terhadap film ini adalah cerita tentang keputusan berani seorang pria untuk mengambil tanggung jawab sebagai seorang suami bagi seorang wanita sehingga menentang keinginan sang ayah.

Pria itu rela melepas segala kenyamanan hidupnya dan 'melepas' keluarganya untuk berani mengambil tanggung jawab sebagai seorang suami dari perempuan 'biasa saja' selepas ditinggal meninggal orang tuanya.
Pria itu berani menjalani kehidupan baru bersama istri yang dia cintai dengan merelakan hampir sebagian besar kenyamanan hidup yang ia miliki selama ini.

Peran pria ini membuat saya jatuh cinta.




Ya, pada kenyataannya cerita ini banyak terjadi didunia nyata, banyak hubungan yang mengalami batu kerikil dalam perjalanannya, banyak hubungan yang menerima pertentangan dari keluarga masing-masing, apapun alasannya.

Tapi tidak banyak pria yang mampu mengemban tanggung jawab sebagai suami, dan melepas segala kenyamanan hidup sebelumnya demi perempuan yang dicintainya.

Saya mengalami sendiri hubungan yang pasang surut, naik turun, bukan karena kami berdua, tapi karena ada hal lain yang menjadi pertimbangan lumayan keras dari keluarga kami, walaupun saya lebih beruntung dari perempuan di film itu, karena tidak sampai harus dibuang keluarga pria, dan tetap diterima dengan baik, namun pada akhirnya kami sekarang bisa berdiri tegak berdua bersama-sama berjalan mengarungi hidup rumah tangga dengan sebaik-baiknya, bukan hanya karena tanggung jawab terhadap pilihan yang kami pilih ini, tetapi juga kami ingin membuktikan kepada keluarga besar kami, bahwa pilihan yang kami jalani sekarang adalah pilihan yang mampu kami pertanggungjawabkan sebaik-baiknya agar ketakutan mereka terhadap hubungan kami ini dapat kami patahkan.

Kami adalah pasangan berjodoh dari Tuhan dan beruntung karena saling mencintai yang ingin bersama dalam suka dan duka, sehat dan sakit, hingga maut memisahkan. Itu yang ingin kami buktikan. Semoga, amin.
Btw, pada saat film ini keluar, Shahrukh Khan sudah berusia tiga puluh enam tahun. Dan masih terlihat muda! Dia terlalu awet muda.

Ya, namanya juga hidup. Kadang senang, kadang sedih. :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar