Sabtu, 17 Agustus 2013

Miss You a Lot, Ma!




Rindu yang tiada akhir.

Begitulah kira-kira yang saya rasakan kepada Mama. Saya sungguh-sungguh merindukan kehadirannya sekarang. Tapi saya bisa apa, hanya berdoa dan bersabar yang bisa saya lakukan. Berdoa untuk Mama di Sorga dan bersabar hingga waktunya kelak kami dapat bersama kembali berkumpul seperti dulu. Ya, saya meyakini bahwa kami akan bertemu lagi di dunia yang berbeda dari dunia sekarang.

Setiap hari Mama selalu hadir dipikiran saya. Setiap kenangan merasuki hari-hari saya. Saya sangaaaaatttt rindu kepada beliau.

Saya rindu celotehan ceriwisnya. Saya rindu masakan-masakan lezatnya. Saya rindu ketika Ia menelepon saya ditengah-tengah jam kerja saya hanya untuk menceritkan hal-hal yang baru saja terjadi kepadanya. Saya rindu kehadirannya tiba-tiba ditempat kerja saya pada saat jam kerja telah berakhir hanya untuk mengajak saya pergi jalan. Saya rindu panggilan teleponnya ketika saya telat sedikit saja pada saat pulang kerja. Saya rindu ketika dipaksa makan pada waktu saya sedang malas makan. Saya rindu dibangunkan dari tidur pada saat akan kerja dan terlalu lama tidur sore. Saya rindu ketika beliau menawarkan membuat makanan kesukaan saya pada saat saya sedang malas makan. Saya rindu dibukakan pintu rumah olehnya ketika saya pulang dari pergi. Saya rindu waktu dimana kami bisa mengobrol apa saja. Saya rindu ketika Ia memberikan kekuatan ketika saya jatuh. Saya rindu ketika beliau bisa meyakinkan saya terhadap hal yang saya sendiri mulai ragu. Saya rindu ketika Ia bisa tau segala hal yang terjadi pada diri saya tanpa saya harus cerita. Saya rindu ketika kami sedang merencanakan sesuatu, baik tujuan untuk kami pergi jalan bersama, maupun makanan apa yang akan kami buat bersama. Saya rindu waktu yang kami habiskan bersama untuk membuat kue hingga saya bis membuat kue selezat buatan beliau walaupun mungkin tak sesempurna rasa yang Ia buat. Saya rindu bercengkerama bersama Mama untuk menghabiskan waktu. Saya rindu setiap perdebatan kami. Saya rindu. Saya rindu.

Dan yang paling saya rindukan adalah kehadirannya.

Saya rindu Mama. Saya rindu semuanya tentang beliau.

Saya sungguh tidak sabar menanti hari dimana kami dapat berkumpul kembali.

Rindu ini tidak akan pernah berakhir. Semakin hari malah semakin membuncah. Semakin tak tertahan. Tetapi harus tetap bertahan. Walau harus melewati waktu dengan perlahan. Karena saya sungguh-sungguh percaya dan mengimani bahwa semuanya akan indah pada waktunya bukan?


p.s
Menulis dikamar yang selalu kita jadikan sebagai markas kita, Ma. 


Goodbye ( The Saddest Word )



Tidak ada komentar:

Posting Komentar