Rindu yang tiada akhir.
Begitulah kira-kira yang saya rasakan
kepada Mama. Saya sungguh-sungguh merindukan kehadirannya sekarang. Tapi saya
bisa apa, hanya berdoa dan bersabar yang bisa saya lakukan. Berdoa untuk Mama
di Sorga dan bersabar hingga waktunya kelak kami dapat bersama kembali
berkumpul seperti dulu. Ya, saya meyakini bahwa kami akan bertemu lagi di dunia
yang berbeda dari dunia sekarang.
Setiap hari Mama selalu hadir dipikiran
saya. Setiap kenangan merasuki hari-hari saya. Saya sangaaaaatttt rindu kepada
beliau.
Saya rindu celotehan ceriwisnya. Saya rindu
masakan-masakan lezatnya. Saya rindu ketika Ia menelepon saya ditengah-tengah
jam kerja saya hanya untuk menceritkan hal-hal yang baru saja terjadi
kepadanya. Saya rindu kehadirannya tiba-tiba ditempat kerja saya pada saat jam
kerja telah berakhir hanya untuk mengajak saya pergi jalan. Saya rindu
panggilan teleponnya ketika saya telat sedikit saja pada saat pulang kerja. Saya
rindu ketika dipaksa makan pada waktu saya sedang malas makan. Saya rindu
dibangunkan dari tidur pada saat akan kerja dan terlalu lama tidur sore. Saya rindu
ketika beliau menawarkan membuat makanan kesukaan saya pada saat saya sedang
malas makan. Saya rindu dibukakan pintu rumah olehnya ketika saya pulang dari
pergi. Saya rindu waktu dimana kami bisa mengobrol apa saja. Saya rindu ketika
Ia memberikan kekuatan ketika saya jatuh. Saya rindu ketika beliau bisa
meyakinkan saya terhadap hal yang saya sendiri mulai ragu. Saya rindu ketika Ia
bisa tau segala hal yang terjadi pada diri saya tanpa saya harus cerita. Saya rindu
ketika kami sedang merencanakan sesuatu, baik tujuan untuk kami pergi jalan
bersama, maupun makanan apa yang akan kami buat bersama. Saya rindu waktu yang
kami habiskan bersama untuk membuat kue hingga saya bis membuat kue selezat
buatan beliau walaupun mungkin tak sesempurna rasa yang Ia buat. Saya rindu
bercengkerama bersama Mama untuk menghabiskan waktu. Saya rindu setiap
perdebatan kami. Saya rindu. Saya rindu.
Dan yang paling saya rindukan adalah
kehadirannya.
Saya rindu Mama. Saya rindu semuanya
tentang beliau.
Saya sungguh tidak sabar menanti hari
dimana kami dapat berkumpul kembali.
Rindu ini tidak akan pernah berakhir. Semakin
hari malah semakin membuncah. Semakin tak tertahan. Tetapi harus tetap
bertahan. Walau harus melewati waktu dengan perlahan. Karena saya
sungguh-sungguh percaya dan mengimani bahwa semuanya akan indah pada waktunya
bukan?
p.s
Menulis dikamar yang selalu kita jadikan
sebagai markas kita, Ma.
Goodbye ( The Saddest Word )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar