Rabu, 25 April 2018

Bahagia



Apakah Anda sudah berbahagia hari ini???

Pertanyaan yang... ya begitulah...

Sesuai judulnya, saya ingin membahas perihal kebahagiaan.

Apakah kebahagiaan bisa dikonsep? bisa direkayasa? Kalo menurut saya jawabannya antara ya dan tidak, tergantung situasi dan kondisi yang mengikuti.

Misalnya, untuk hari pernikahan, tentunya (bagi kebanyakan orang) adalah hari yang membahagiakan bagi si empunya, dan untuk menjalani pernikahan sudah pasti melalui perencanaan yang matang. Tujuan membuat perencanaan tentunya untuk menyempurnakan hari bahagia tersebut, sehingga menurut saya kebahagiaannya terkonsep.

Kebahagiannya bertambah-tambah dengan perencanaan yang matang, misalnya dengan menggunakan gaun pernikahan yang mewah, pesta megah di hotel berbintang, dsb.

Itu untuk kebahagiaan yang bisa terkonsep atau direkayasa, nah bagaimana untuk kebahagiaan yang tidak bisa dikonsep atau direkayasa?

Contohnya, kamu tiba-tiba menang undian dengan hadiah yang tidak pernah kamu impikan sebelumnya, kamu akan merasa sangat bahagia kan? tapi itu semua tidak kamu rencanakan bukan? 

------

Sebenernya apa sih yang mau dibahas?

Sebenernya nggak ada yang ingin dibahas sih, hehehe.. cuma kadang suka terlintas aja kenapa ada orang yang merasa bahagia, dan ada orang yang merasa hidupnya tidak bahagia.

Ada yang sudah punya rumah mewah, harta berlimpah, keluarga lengkap, tapi hatinya ternyata kosong, karena keluarganya sibuk masing-masing.

Ada yang hidupnya ya pas-pasan banget, semuanya serba mepet, tapi kok kayaknya enjoy aja, udah ngerasa bahagia, gak terlalu pusing-pusing amat gak punya duit buat ganti hp baru, gak masalah makan nasi lauk seada-adanya.

Jadi menurut saya, takaran bahagia orang tu beda-beda, hal apa yang membuat orang bahagia itu beda-beda, ga bisa dipukul rata, misalnya kalo dapet A pasti bahagia, kalo nggak punya B pasti gak bahagia.

Karena pada hakikatnya, kebahagiaan itu tergantung cara berpikir dan sudut pandang seseorang. Bagaimana cara orang tersebut memandang hidup, dan pandai tidaknya dalam bersyukur akan berpengaruh kepada kebahagiaan seseorang menurut saya.

Jika terlihat kebahagiaan orang lain yang ditunjukkan melalui sosial media mereka, jangan anggap hidupmu kurang beruntung dan tidak sebahagia mereka, karena belum tentu mereka sebahagia itu. Media sosial adalah tempat dimana orang bisa merekayasa apapun sesuai dengan keinginan sipemiliknya, jadi jangan ukur kebahagiaanmu dengan milik orang lain, karena ya gak akan bisa dibanding-bandingkan.

Bahagia saja menurut caramu, bersyukur saja atas apapun yang kamu miliki, jangan sekali-kali bilang gak memiliki apapun yang bisa dijadikan alasan untuk bahagia, karena apapun bisa dijadikan alasan untuk berbahagia, misalnya bisa napas dengan lancar tanpa gangguan (karena aku alergi dingin, jadi hidung gampang mampet, dan bisa napas lancar itu bikin lega dan bahagia hehehe).

Jadi, bahagia atau tidak, itu kembali kedirimu sendiri ya.

Selamat berbahagia ~

(postingan yang aposeeee (baca: gak jelas) sekali...)




Selasa, 24 April 2018

Sandra's Story #4 & #5




Welcome back to Sandra's Story!! hehehe...

Kembali lagi ke cerita nggemesin si gadis kecil kesayangan mama papa, dan ceritanya ada dua nih...


#4

Mama lagi pakein baju Sandra yang abis mandi sore, dan Mbah (nenek) lagi ngeliatin, sedangkan Sandra nya lagi sibuk megangin meteran punya Mbah, entah apa yang lagi dipikirin si nak bayi, pas lagi konsen sama tu meteran tetiba Sandra nyanyi aja donggggg...

"burunggg... kakakkk... tuaaaa..."