Hello July!
Widih... belom apa-apa udah berat aja tuh bahasan...
Padahal mah, bukan yang berat-berat juga si yang mau dibahas, cuma mau ngomongin dunia kerja secara garis besarnya aja, terutama situasi dilingkungan saya kerja.
Ya, saya kerja, masih kerja walaupun sudah punya anak, dan tentunya anak dan keluarga tetap prioritas utama saya.
Kenapa masih kerja? selain karena suka banget bisa ngehasilin uang sendiri, bisa bantu keluarga dengan uang sendiri, bisa jajan dan beli printilan gak penting dengan uang sendiri, kerja juga bikin otak saya terasah terus, otak jadinya nggak mampet, pikiran makin terbuka menghadapi jaman yang semakin maju, dan menurut saya hal tersebut sangat membantu saya untuk belajar menjadi ibu yang lebih baik lagi bagi anak saya. Itu dari sudut pandang saya loh ya, yang jadi SAHM pun tentunya punya cara sendiri, gak perlu dibanding-bandingin, karena setiap orang gak mesti sama dan gak mesti diikutin oleh orang lain juga, kita punya cara masing-masing untuk mencari wadah untuk mengaktualisasikan diri ya kan?
Oke, bukan itu sih sebenernya yang mau saya bahas, tapi mengenai tipe-tipe pekerja didunia kerja yang banyak sekali jenisnya menurut saya. Nggak yang berat juga si ngebahasnya, cuma ada hal yang kadang mengganjal dihati dan pikiran saya, yang ingin saya sampaikan disini.
Baiklah, jenis pekerja yang pertama tentunya adalah tipe excellent, yaitu pekerja yang rajin, disiplin, dan target oriented, loyalitas tinggi & mampu memberikan dampak positif untuk kemajuan & keuntungan perusahaan. tipe yang begini mah tipe dambaan setiap pimpinan tentunya, tipe ini sudah biasa, nggak perlu dibahas terlalu jauh ya... hehehe..
Tipe berikutnya menurut saya adalah tipe pekerja yang standar, yaitu pekerja yang datang & pulangnya sering tango, teng langsung go, dan bekerja seada-adanya saja, yang penting punya penghasilan, dan tidak perlu terlalu loyal terhadap perusahaan.
Lalu tipe pekerja selanjutnya yaitu pekerja yang dibawah rata-rata, yaitu pekerja yang asal aja, yang penting dibayar, ndak perlu terlalu rajin, malah kadang pemalas, sering nggak masuk kerja dengan berbagai alasan, rajin telat dan ogah tinggal lama-lama dikantor kalo jam kerja sudah habis, tipe yang begini mah gak bakalan tahan lama, bentaran juga udah di cut sama perusahaan.
Yang terakhir, tipe pekerja menurut saya adalah... tipe penjilat. ya, tipe itu ada nyatanya. Tipe yang begini biasanya kerjaannya standar, prestasi kerjanya gak keliatan, mirip-mirip tipe pekerja yang standar lah, bedanya mereka yang tipe penjilat ini bisa lebih maju, karena kepandaian mereka menjilat atasan. Eh, tunggu dulu, menjilat yang bagaimana sih sebenernya???
Maksudnya menjilat disini itu yang pinter banget ngomong kalo depan bos & bikin bos percaya sama omongannya, suka ngadu & ngarang cerita biar bos percaya sama dia, ujung-ujungnya setelah mendapat kepercayaan bos, eh malah disalahgunain, misalnya jadi suka semena-mena baik mengenai pekerjaan maupun hubungan kerja, karena mereka merasa mampu mempengaruhi bos, so, mereka ini suka seenaknya aja kerjaannya. Kebanyakan si pemales juga, dan kalo punya jabatan sering disalahgunain dengan seenaknya saja, bukan hanya dari segi fasilitas yang didapet, tapi juga ke SDM nya, yang kalo nggak pro dia atau membangkang, ya siap-siap deh di out.
Kadang suka mikir, kok bisa si orang yang dari segi kinerja ya standar aja, tapi bos bisa kasih kepercayaan lebih buat orang ini, bahkan punya kuasa untuk menentukan nasib SDM kadang, yang seringnya cuma berdasarkan like or dislike aja, bukannya berdasarkan kualitas si pekerja itu sendiri.
Jawabannya si gampang, itu semua karena bos kemakan omongan sipenjilat itu tadi, padahal kalo dipikir si, kok bisa ya bos bisa percaya sama omongan tu orang, padahal kan belum tentu apa yang dibilangnya bener, tapi ya itu tadi, kepandaian bersilat lidah dan kemampuan menjilatnya sudah diatas rata-rata gitu, dan parahnya ada banyak sih tipe bos begini, yang dengan mudahnya memberikan kuasa kepada pekerja tipe penjilat seperti itu.
Sepanjang saya bekerja, banyak tipe orang yang saya temui, mulai dari pekerja yang memang rajin & qualified dibidangnya, disiplin & tidak menyalahgunakan kepercayaan & fasilitas yang sudah diberikan oleh perusahaan kepadanya, tapi juga gak sedikit pekerja yang sebenernya nggak pantes memegang suatu jabatan karena berbagai hal malah punya jabatan yang lumayan penting, cukup nggak masuk akal si, tapi faktanya banyak loh yang begitu.
Tapi rasa-rasanya gak perlu khawatir terlalu berlebihan juga sih, karena biasanya tipe-tipe begini nggak bakal tahan lama juga, karena lama kelamaan bos makin sadar orang macam apa yang sudah diberikan kepercaaan olehnya, dan itu sudah terbukti kepada beberapa orang ditempat saya bekerja.
Balik lagi si sebenernya ke individu masing-masing mengenai tipe pekerja mana yang baiknya diterapkan kedirinya sendiri, mau jadi pekerja yang qualified sehingga bisa survive dimana saja ya jalanin peran sebaik mungkin & berikan hasil nyata bagi perusahaan tempat kita bekerja, atau mau jadi pekerja yang cuma pandai ngomong, tapi nol prestasi & menggunakan fasilitas perusahaan cuma untuk gengsi-gengsian, karena pada akhirnya orang yang tipe begini akan terpuruk & susah survive dimanapun dia berada.
Dan baiknya, jangan jadi pekerja tipe begitu si menurutku, apalagi menyalahgunakan jabatan & fasilitas yang sudah diberikan perusahan hanya untuk kepentingan pribadi sendiri, takutnya rezeki yang didapet malah jadi nggak berkah & bikin kualitas diri jadi menurun.
Poinnya menurut saya adalah, kalo nggak bisa jadi tipe pekerja yang excellent ya minimal jadi pekerja yang standar aja deh, jangan sampe jadi pekerja tipe penjilat, apalagi kalo sampe merugikan orang lain,big no no! No juga buat tipe pekerja yang pemalas, pokoknya apapun yang merugikan orang lain sebaiknya dan memang seharusnya tidak dilakukan ya gengs.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar