My Husband.
He is my life. He is my everything.
Itu kata-kata yang mungkin bisa mewakili semua kata yang ingin saya ungkapkan tentang dia.
Pria yang tidak pernah kenal lelah untuk mendampingi saya dalam suka dan duka.
Pria yang tidak pernah kenal lelah untuk membahagiakan saya.
---
Tidak mudah untuk menyatukan cinta kami dalam ikatan pernikahan. Butuh sembilan tahun untuk mengucapkan janji setia sehidup semati. Bukan, bukan karena kami belum yakin terhadap komitmen pernikahan, bukan pula karena kami tidak ingin menikah selama itu, tapi banyaknya rintangan yang harus kami hadapi, banyaknya hal yang harus kami pertimbangkan, dan banyaknya hal yang tidak mungkin kami bagi terhadap orang banyak.
---
Pria ini membuat saya benar-benar jatuh cinta terhadap sosoknya.
Pria ini membuat saya merasakan dicintai sebegitu besarnya.
Pria ini membuat saya mengerti arti kasih sayang yang sesungguhnya.
Pria ini membuat saya mengerti apa itu arti berbagi dalam suka dan duka.
Pria ini membuat saya mengerti apa itu cinta.
Ya, cinta bagi saya adalah ADE, suami yang sangat saya kasihi.
---
Suami saya tidak sempurna, banyak pula kekurangan yang ia miliki yang kadang membuat saya kesal, marah, kecewa, dll. Tidak jarang pula kami beradu argumen, ribut, dan berlawanan dalam memandang suatu hal, tetapi semuanya tidak berarti jika dibandingkan banyaknya kebaikan yang ada didalam dirinya.
---
Apa itu romantisme?
Diajak dinner romantis pada moment-moment tertentu?
Diberikan surprise?
Dilimpahi dengan hadiah-hadiah?
Merayakan valentine dengan kado istimewa?
Pemberian bunga tanda sayang?
Dilamar dengan cara romantis?
Dll
Mungkin saya yang paling jarang merasakannya jika hal-hal romantis haruslah seperti hal-hal diatas. Jujur saja kami bukanlah pasangan romantis, suami saya pun bukan tipikal pria yang romantis dan menye menye.
Kami tidak pernah merayakan apapun dengan hal-hal romantis. Pernahlah saya diberinya bunga pada saat ulang tahun, tetapi itupun dengan cara yang tidak romantis, sering pula diberikan hadiah-hadiah, tetapi sama sekali jauh dari kata romantis.
Diajak menikah pun tidak dengan hal yang romantis, saya ingat betul waktu itu sehabis pulang dari rumahnya kami mampir untuk makan sekoteng langganan kami, disana tiba-tiba dia propose saya. See?? Jangan harap hal-hal yang romantis dari suami saya ini.
Yah, mungkin karena itulah kami cocok, karena saya juga bukan tipikal wanita menye menye yang senang dengan hal-hal romantis. banyak hal yang justru jauh membuat saya merasa disayang dan dicintai dengan sesungguhnya.
---
Pria ini dengan setia menghabiskan waktu sembilan tahun lamanya untuk dapat sehidup semati dengan saya
Pria ini dengan setia meladeni sikap kekanak-kanakan saya yang sangat moody dan egois sekali
Pria ini dengan setia mendengar setiap keluhan saya, sampai kadang saya merasa malu sendiri
Pria ini tanpa kenal lelah menemani saya sewaktu dulu dirawat di rumah sakit
Pria ini tanpa kenal lelah menemani saya ketika merawat mama saya di rumah sakit
Pria ini selalu ada ketika saya membutuhkannya dalam keadaan apapun
Pria ini selalu siap melindungi saya dalam situasi apapun
Pria ini dapat menerima setiap kekurangan yang ada pada diri saya
Pria ini selalu bisa menangkan saya ketika menghadapi apapun
Pria ini selalu berusaha membahagiakan saya
Pria ini sangat memperjuangkan hubungan kami
Itu hal-hal yang jauh dari kata romantis, tetapi mampu menyentuh hati lebih dari keromantisan apapun bagi saya.
---
Setelah menjadi suami, justru saya merasakan kasih sayangnya semakin bertambah terhadap saya, hal ini membuat saya terkadang merasa minder dan berpikir apakah saya bisa membahagiakan dia seperti yang dia lakukan terhada saya? Yang saya sadari, saya semakin dan semakin mencintainya setiap hari.
---
Entahlah, jika tidak dengannya saya akan jadi apa.
Sekian banyak pria yang saya kenal, hanya dia yang hidupnya tidak suka mengeluh. Pernah beberapa kali dia bercerita tentang masalah yang ia hadapi, tetapi pandai sekali dia mengalihkannya menjadi rasa syukur
Pria ini selalu mensyukuri apapun yang ada dihidupnya. Saya beruntung memilikinya.
Masih banyak lagi hal-hal yang membuat saya merasa sangat beruntung memilikinya sebagai suami saya
---
Ketika saya mengeluhkan sulit BAB kepadanya, tanpa saya tau tiba-tiba dia datang kekamar dan menyuapi saya buah pepaya dengan muka tertawa.
Ketika saya terbatuk-batuk tanpa henti dimalam hari, tiba-tiba dia masuk kekamar dan menyuapi saya sesendok campuran kecap dan jeruk nipis.
Ketika saya merasa kesal dan mood saya sangat jelek, dia tidak meladeni, justru dia datang dengan memeluk saya dan melimpahi saya dengan kecupan sayangnya. Bagaimana bisa saya masih merasa kesal ataupun marah? Semuanya hilang seketika
Mungkin hal-hal sepele seperti itu bagi orang lain sangat biasa, tetapi tidak bagi saya. Semua yang dia lakukan menyentuh hati saya yang paling dalam. Cinta saya semakin bertambah kepadanya.
---
Mungkin bagi sebagian orang hal-hal itu hanya terjadi diawal kehidupan pernikahan, tetapi yang saya rasakan beda. Kami sudah saling mengenal sembilan tahun lamanya. Kami pribadi dewasa yang sudah siap dengan keputusan yang kami pilih sendiri. Dan kami sudah berjanji untuk tetap membuat rasa cinta kami semakin bertambah bertumbuh, bukan hilang seperti kebanyakan pasangan.
Semoga kami mampu mewujudkan mimpi kami tersebut, tetap bersama dalam suka dan duka, semakin saling mencintai, mengasihi, menjaga, dan menguatkan, sampai akhir hayat yang memisahkan kami. Amin.
---
I'm So lucky to have him as my lifetime partner,
Me heart you, yank.
---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar