Holla...
Sebelum cerita lanjutannya mengenai kehamilan ini, saya pengen ngucapin selamat tahun baru 2016 ya. Telat memang, tapi lebih baik terlambat kan daripada tidak sama sekali.. hehehe...
Oke, untuk pembukanya, saya ceritain dari awal ya sampe ketauan positifnya.
HPHT terakhir saya itu 13 Agustus 2015, karena sudah kecewa berkali-kali, akhirnya lebih pasrah dan beneran jadi nothing to lose aja, walaupun sebelum mendapatkan period bulanan saya ini saya sempat bermimpi bahwa saya sedang menjalankan operasi csect untuk kelahiran anak saya, mimpi yang begitu indah bagi saya hehehe....
Saya ingat beberapa hari setelah itu, saya dan suami pergi nonton, jalan-jalan berdua, dan ga mikirin apapun lagi selain menikmati kebersamaan kami.
Semuanya berjalan seperti biasa saja, kecuali saya yang mulai rajin memberikan sarapan sehat buat suami saya, karena saya ingin melihat dia hidup sehat, maklumlah, suami saya perokok dengan berat badan berlebih, jadi saya harus lebih aware dengan kesehatan dia. Setiap pagi saya buatkan sarapan oatmeal dengan segelas jus tomat rebus plus madu dan satu butir telur ayam kampung. Bukan itu saja, entha kenapa pada bulan itu suami saya rajin sekali mengkonsumsi buah semangka, hampir setiap hari rasanya beliau membeli buah itu, mungkin karena cuaca yang sedang tidak bagus, asap mulai banyak di kota kami.
Program membuat adik bayi bukan lagi menjadi beban bagi kami, semua dijalani dengan senang hati hehehe, walaupun bulan itu kerjaan saya lagi banyak di kantor, tetapi saya menjalaninya dengan semangat, tanpa beban apapun.
Kemudian datanglah bulan September, dimana semnagat dan kepercayaan diri saya tiba-tiba muncul, dan merasakan bahwa saya dan suami akan diberi kepercayaan besar.
Beberapa tanda yang membuat saya ingin testpack sebelum waktu period berikutnya adalah :
1. Ibu mertua saya bercerita bahwa ia sempat bermimpi mendengar tangisan bayi dirumahnya, dan ketika saya bilang mungkin saja itu si baby ( cucunya, alias keponakan saya & suami yang masih bayi ), beliau bilang bukan, didalam mimpi itu yang menangis adalah bayi yang lain. *mulai berharap*
2. Ada kupu-kupu masuk dibelakang rumah saya pada pagi hari, dan saya usir beberapa kali, sampai akhirnya kupu-kupu itu pergi. Tetapi ketika saya pulang kerja, ternyata kupu-kupu itu ada lagi di dalam ruang tamu rumah saya. Firasat saya mulai bekerja, apakah ada tamu yang akan datang? saya tentunya sangat berharap.
3. Saya ingat betul malam itu saya bermimpi diberikan dua orang anak untuk saya gendong, satu berkulit putih dan satu lagi berkulit agak gelap, saya juga tidak terlalu memperhatikan siapa yang memberikan saya anak-anak itu, tapi yang jelas satu anak yang berkulit agak gelap terlepas dari tangan saya, dan hanya satu anak yang tergendong ditangan saya, akhirnya satu anak yang berkulit agak gelap itu saya berikan kepada teman saya sambil menitipkan pesan untuk menjaga satu anak itu dengan baik, karena saya tidak bisa menggendong dua anak tersebut bersamaan, yang saya ingat betul adalah ekspresi dari anak yang terlepas dari tangan saya tersebut, mukanya tampak kecewa dan sedih, saya juga merasa bersalah akan hal tersebut.
Lalu keesokan harinya, tepat pada tanggal 7 September 2015, 5 hari sebelum jadwal period saya yang selanjutnya ( jadwal period saya selalu teratur, antara 28-30hari ), ketika saya terbangun dari mimpi tersebut, saya langsung berinisiatif untuk melakukan testpack dengan sisa testpack yang ada tanpa memberitahukan suami saya, karena tidak ingin dia merasa kecewa seandainya hasil testpack tersebut masih negatif, apalagi saya melakukan testpack jauh sebelum jadwal period saya seharusnya datang.
Sisa testpack saya ada 2 buah, dan sudah lama tidak saya gunakan, testpack yang tersisa pun hanya testpack yang murah merk on*med, jadi pada saat menggunakannya pun saya tidak terlalu berharap, apalagi mengingat jadwal period yang masih lama.
Bangun dari tidur tersebut saya langsung menuju kamar mandi sambil membawa testpack dan wadah penampung urine, kemudian saya gunakan testpack tersebut seperti biasanya, dan ya... hanya satu garis yang keluar, walaupun sudah biasa melihat testpack yang hanya satu garis, tetapi tetap terdapat kekecewaan dihati kecil saya.
Kemudian testpack itu saya letakkan, dan kemudian saya melanjutkan ritual bangun pagi dengan mandi untuk siap-siap kerja. Setelah selesai mandi tersebut, saya langsung mengambil testpack tersebut untuk saya buang, tapi sebelum saya buang saya melihat testpack tersebut sekali lagi, dan rasa terkejut muncul ketika melihat bahwa disebelah satu garis tegas tersebut terdapat satu garis baru yang muncul dan warnanya super samar, super tipis, mata yang melihat pun harus benar-benar awas untuk melihatnya. Jantung saya mulai berdegup kencang dan segera menuju kamar tidur kami, kemudian saya memanggil-manggil suami saya. Beliau yang terkejut karena dipanggil-panggil oleh saya dengan nada panik, segera loncat dari kasur dan mengira ada binatang yang saya takuti seperti biasanya, tetapi ketika saya tunjukkan hasil testpack tersebut beliau mengeluarkan mimik muka keheranan dan terselip rasa senang yang tidak mau ditunjukkannya kepada saya.
Saya meminta suami untuk melihat apakah ada satu garis samar disebelah garis tegas di testpack tersebut, ataukah hanya mata saya saja yang salah, lalu kami kebelakang rumah, mencari sumber cahaya pagi yang lebih terang, kemudian mulai melihat testpack tersebut, dan ternyata suami saya juga melihat hal yang sama, garis samar itu memang ada, rasanya bahagia sekali setelah sekian lama menantikannya, akhirnya tanda positif itu pun hadir ditestpack kami.
Tapi suami saya tidak mau terburu-buru merasa senang, mengingat garisnya yang super samar, dia berkata mungkin saja memang dari testpacknya yang salah dan bergaris dari awal, lalu saya berinisiatif mengeluarkan sisa testpack satu lagi, dan meyakinkan bahwa tidak ada garis apapun muncul jika testpack tersebut belum digunakan. Dengan seksama suami saya memperhatikannya, dan berkata ya memang tidak ada garis apapun, beliau merasa sangat bahagia dan menciumi kening serta perut saya, kemudian meminta saya untuk testpack ulang besok baginya.
Hari itu menjadi hari yang membahagiakan untuk kami berdua, senyam senyum sepanjang hari, berjalan dengan hati-hati, berdoa agar janin kami kuat. Amin..
Keesokan harinya saya tespack ulang dengan sisa satu testpack kemarin, dan garis kedua muncul tidak terlalu lama seperti yang kemarin, dan garis yang keluar lebih terlihat, maka kami berdua pun semakin yakin bahwa didalam rahim saya sudah ada calon janin kami.
Bagaimana cerita selanjutnya? masih panjanggggg....... ada drama-drama di awal kehamilan ini, baik pada saat kedokter pertama kali, ditemukannya kista yang besar di ovarium saya, mual muntah yang cukup membuat saya merasa benar-benar tidak berdaya di trimester awal kehamilan saya ini, dan operasi laparatomi yang harus saya jalani dalam keadaan hamil 17w.
Semuanya akan saya ceritakan mungkin dengan lebih singkat di post berikutnya ( jika saya tidak malas hehehe), karena saya jadi pemalas dan sering merasa ngantuk sekarang ini.
Dan, sekarang... janin didalam perut saya sudah rajin making baby movement, gerakannya sering terasa, dan membuat saya merasa takjub, begitupun suami saya, dia merasa sangat bahagia ketika melihat tendangan janin untuk pertama kali, hampir setiap malam calon anak kami ini diajaknya mengobrol dan selalu direspon dengan gerakan-gerakan heboh dari dalam perut saya, hehehe...
Sehat terus ya, nak, mama papa sangat menunggu kehadiran kamu sayang. Bertumbuhlah dengan sehat, kuat, sempurna, lengkap, normal, lahir dan batin, tidak kurang suatu apapun, hingga kelak ketika cukup usiamu, kamu bisa lahir dengan selamat, lancar, sehat, kuat, sempurna, lengkap, normal, lahir dan batin, dan tidak kekurangan suatu apapun, aminnnn....
Tuhan akan selalu melimpahkan berkat kasih perlindungan dan kekuatan untukmu, baby A. We love you.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar