Tetiba mau cereita proses lahiran Sandra dimari, karena...
Nggak tau kenapa, mau sharing aja...
Emangnya nggak boleh? :p
Okelah, ceritanya dimulai dari...
Masuk bulan kesembilan kehamilan, cek kehamilan jadi lebih sering dari biasanya.
Biasanya ke dokter kandungan cukup satu kali dalam sebulan, nah dibulan kedelapan cek kandungan jadi dua minggu sekali, dan setelah masuk sembilan bulan jadi satu minggu sekali.
Satu minggu sebelum jadwal caesar (ya, saya sudah tau akan melahirkan caesar sejak memutuskan untuk operasi laparotomi kista saat usia kandungan 17 minggu), saya cek kembali ke dokter kandungan saya, dan didapati tensi darah saya lebih tinggi dari biasanya, 160/90 kalau tidak salah waktu itu. Saya disuruh untuk istirahat dan jangan stres, mereka kira tensi saya naik karena saya stres dan takut menjelang lahiran dan operasi, padahal saya tidak stres atau takut sama sekali, saya malah punya feeling ada yang tidak beres dengan badan saya. Bengkak dihampir seluruh bagian tubuh saya diikuti tensi yang tinggi membuat saya meyakini bahwa saya terkena preeklampsia walaupun saya belum cek kadar protein dalam urine saya untuk menegakkan diagnosa preeklampsia tersebut.