Saya ini termasuk pecinta Drama Korea (selanjutnya disingkat menjadi K-Drama), awalnya yang menye-menye lucu bikin
gemes gitu macem Full House dan Secret Garden. Lalu tipe saya bergeser ke genre
kriminal atau thriller gitu kayak Secret Forest dengan Defendant. Dua cerita
terakhir itu recommended banget buat ditonton, bukan pecinta K-Drama pun kurasa
bakalan suka dengan dua drama itu, karena ceritanya emang oke banget.
Dan, hari ini saya bukan ingin memberikan review K-Drama yang saya
sebutin diatas. Saya ingin mereview K-Drama yang lain. Judulnya Woman
of Dignity.
Kenapa saya ingin mereview K-Drama satu ini? Jawabannya tentu bukan
hanya karena ceritanya yang bagus dan acting pemainnya yang keren, tetapi
karena banyak pesan moral yang bisa saya dapatkan dari drama satu ini, terutama
dari sisi wanita. Cerita drama ini cukup menggelitik sanubari saya, dan
menyentil kewarasan saya, bahwa apa yang diceritakan dalam drama ini banyak
terjadi didalam kehidupan kita sehari-hari.
Poros cerita Woman of Dignity ini sendiri berpusat pada dua orang
wanita, yaitu Woo Ah-Jin dan Park Bok-Ja. Dua karakter yang sangat bertolak
belakang.
Woo Ah-Jin merupakan wanita kelas atas yang sangat bermartabat. Sosok
wanita yang elegan, bijak dan baik hati. Kekayaan tidak membuat Woo Ah-Jin
menjadi lupa daratan. Seorang wanita mandiri yang sama sekali tidak gila harta
dan begitu peduli terhadap keluarga dan orang sekitarnya. Pada saat mendapat
tempaan hidup yaitu diselingkuhi oleh suaminya, ia juga merasa jatuh dan lemah,
tetapi hal itu tidak membuatnya menyerah atau hilang akal. Woo Ah-Jin mampu
bangkit dan tetap survive dengan caranya sendiri dalam menghadapi masalah hidup. Saya jatuh
cinta dengan karakter ini. Woo Ah-Jin mengajarkan kita sebenar-benarnya arti
dari Woman of Dignity, bagaimana agar kita bisa jadi wanita yang bermartabat. Karakter
ini diperankan dengan sangat apik oleh Kim Hee-Sun.
Jika Woo Ah-Jin mendekati sempurna untuk hidupnya seberapa beratpun
masalah yang dihadapinya, maka ada sosok lain yang juga menarik untuk dikulik,
yaitu Park Bok-ja yang diperankan oleh Kim Sun-Ah. Kalau soal acting gak perlu
diragukan lagi lah ya, Kim Sun-Ah selalu apik dalam memainkan setiap perannya.
Sangat totalitas menurut saya.
Awalnya saya cukup benci dan jijik dengan sosok park Bok-Ja, tapi
lambat laun justru saya merasa sangat kasihan dan empati terhadap Park Bok-Ja.
Park Bok-Ja bukanlah ornag yang jahat, ia hanyalah seseorang yang
mencari arti kebahagiaan yang sesungguhnya, yang ia kira bisa didapatkan melalu
uang yang banyak, seperti pikiran kebanyakan orang. Tempaan hidup yang begitu berat sedari ia kecil membuatnya
menjadi sosok Park Bok-Ja yang rapuh namun sok kuat.
Selain dari cerita mengenai dua orang diatas, tentunya banyak cerita
lain yang berhubungan dengan dua orang tersebut yang sangat umum terjadi
disekitar kita, yaitu soal hubungan keluarga yang kurang
harmonis karena harta dan cerita perselingkuhan.
Mengenai perselingkuhan sendiri, rasa-rasanya cukup banyak terjadi,
apalagi dengan semakin mudahnya menjalin komunikasi di era teknologi seperti
sekarang ini.
Di drama ini juga kita bisa melihat bahwa banyak cara untuk
berselingkuh atau memulai perselingkuhan serta penyebab selingkuh itu sendiri. Dan
yang namanya selingkuh tentu saja tidak akan selamanya berlangsung kecuali
dengan beberapa situasi seperti dalam cerita drama ini. Cepat atau lambat perselingkuhan
pasti akan ketahuan, nah disini kita bisa melihat berbagai cara yang dilakukan
oleh para wanita untuk menangani perselingkuhan atau cara
mereka untuk mengakhiri perselingkuhan pasangan mereka atau diri mereka sendiri
sebagai pelaku selingkuh.
Mengenai perselingkuhan, sepertinya saya akan buat post berbeda nanti,
karena cukup menarik untuk dibahas lebih lanjut.
Banyak sekali pesan moral yang terkandung dalam drama satu ini,
rasanya sulit untuk menjabarkannya disini, akan terlalu panjang, dan mungkin
membosankan. Baiknya jika ada waktu luang sempatkan diri untuk menonton drama
satu ini, walaupun tentunya akan ada saja part yang membosankan, tetapi lebih
banyak hal menarik dan positif yang bisa kita kulik dari drama satu ini.
Jujur saja, saking mengganggunya pesan dalam drama ini, saya malah
ingin menjadi orang yang lebih baik lagi berkat peran Woo Ah-Jin. Tentunya sangat
tidak mudah untuk memiliki sifat-sifat positif seperti peran Woo Ah-Jin, tetapi
perannya yang terngiang-ngiang terus dikepala saya usai menonton drama ini
cukup memberikan sentilan-sentilan halus dikala saya mulai lelah untuk berbuat
baik.
I love this drama so much.
my score : 8,5/10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar