Senin, 06 November 2017

Review : Woman of Dignity (K-Drama)




Saya ini termasuk pecinta Drama Korea (selanjutnya disingkat menjadi K-Drama), awalnya yang menye-menye lucu bikin gemes gitu macem Full House dan Secret Garden. Lalu tipe saya bergeser ke genre kriminal atau thriller gitu kayak Secret Forest dengan Defendant. Dua cerita terakhir itu recommended banget buat ditonton, bukan pecinta K-Drama pun kurasa bakalan suka dengan dua drama itu, karena ceritanya emang oke banget.

Dan, hari ini saya bukan ingin memberikan review K-Drama yang saya sebutin diatas. Saya ingin mereview K-Drama yang lain. Judulnya Woman of Dignity.

Kenapa saya ingin mereview K-Drama satu ini? Jawabannya tentu bukan hanya karena ceritanya yang bagus dan acting pemainnya yang keren, tetapi karena banyak pesan moral yang bisa saya dapatkan dari drama satu ini, terutama dari sisi wanita. Cerita drama ini cukup menggelitik sanubari saya, dan menyentil kewarasan saya, bahwa apa yang diceritakan dalam drama ini banyak terjadi didalam kehidupan kita sehari-hari.

Poros cerita Woman of Dignity ini sendiri berpusat pada dua orang wanita, yaitu Woo Ah-Jin dan Park Bok-Ja. Dua karakter yang sangat bertolak belakang.


Woo Ah-Jin merupakan wanita kelas atas yang sangat bermartabat. Sosok wanita yang elegan, bijak dan baik hati. Kekayaan tidak membuat Woo Ah-Jin menjadi lupa daratan. Seorang wanita mandiri yang sama sekali tidak gila harta dan begitu peduli terhadap keluarga dan orang sekitarnya. Pada saat mendapat tempaan hidup yaitu diselingkuhi oleh suaminya, ia juga merasa jatuh dan lemah, tetapi hal itu tidak membuatnya menyerah atau hilang akal. Woo Ah-Jin mampu bangkit dan tetap survive dengan caranya sendiri dalam menghadapi masalah hidup. Saya jatuh cinta dengan karakter ini. Woo Ah-Jin mengajarkan kita sebenar-benarnya arti dari Woman of Dignity, bagaimana agar kita bisa jadi wanita yang bermartabat. Karakter ini diperankan dengan sangat apik oleh Kim Hee-Sun.

Jika Woo Ah-Jin mendekati sempurna untuk hidupnya seberapa beratpun masalah yang dihadapinya, maka ada sosok lain yang juga menarik untuk dikulik, yaitu Park Bok-ja yang diperankan oleh Kim Sun-Ah. Kalau soal acting gak perlu diragukan lagi lah ya, Kim Sun-Ah selalu apik dalam memainkan setiap perannya. Sangat totalitas menurut saya.

Awalnya saya cukup benci dan jijik dengan sosok park Bok-Ja, tapi lambat laun justru saya merasa sangat kasihan dan empati terhadap Park Bok-Ja.

Park Bok-Ja bukanlah ornag yang jahat, ia hanyalah seseorang yang mencari arti kebahagiaan yang sesungguhnya, yang ia kira bisa didapatkan melalu uang yang banyak, seperti pikiran kebanyakan orang. Tempaan hidup yang begitu berat sedari ia kecil membuatnya menjadi sosok Park Bok-Ja yang rapuh namun sok kuat.

Selain dari cerita mengenai dua orang diatas, tentunya banyak cerita lain yang berhubungan dengan dua orang tersebut yang sangat umum terjadi disekitar kita, yaitu soal hubungan keluarga yang kurang harmonis karena harta dan cerita perselingkuhan.

Mengenai perselingkuhan sendiri, rasa-rasanya cukup banyak terjadi, apalagi dengan semakin mudahnya menjalin komunikasi di era teknologi seperti sekarang ini.

Di drama ini juga kita bisa melihat bahwa banyak cara untuk berselingkuh atau memulai perselingkuhan serta penyebab selingkuh itu sendiri. Dan yang namanya selingkuh tentu saja tidak akan selamanya berlangsung kecuali dengan beberapa situasi seperti dalam cerita drama ini. Cepat atau lambat perselingkuhan pasti akan ketahuan, nah disini kita bisa melihat berbagai cara yang dilakukan oleh para wanita untuk menangani perselingkuhan atau cara mereka untuk mengakhiri perselingkuhan pasangan mereka atau diri mereka sendiri sebagai pelaku selingkuh.

Mengenai perselingkuhan, sepertinya saya akan buat post berbeda nanti, karena cukup menarik untuk dibahas lebih lanjut.

Banyak sekali pesan moral yang terkandung dalam drama satu ini, rasanya sulit untuk menjabarkannya disini, akan terlalu panjang, dan mungkin membosankan. Baiknya jika ada waktu luang sempatkan diri untuk menonton drama satu ini, walaupun tentunya akan ada saja part yang membosankan, tetapi lebih banyak hal menarik dan positif yang bisa kita kulik dari drama satu ini.

Jujur saja, saking mengganggunya pesan dalam drama ini, saya malah ingin menjadi orang yang lebih baik  lagi berkat peran Woo Ah-Jin. Tentunya sangat tidak mudah untuk memiliki sifat-sifat positif seperti peran Woo Ah-Jin, tetapi perannya yang terngiang-ngiang terus dikepala saya usai menonton drama ini cukup memberikan sentilan-sentilan halus dikala saya mulai lelah untuk berbuat baik.


I love this drama so much.


my score : 8,5/10



Tidak ada komentar:

Posting Komentar