Kenapa tiba-tiba mau review film satu ini? Simpel sih, karena ceritanya cukup menyentuh dan bikin pikiran saya ngayal kemana-mana aja gitu.
Tau film ini cukup lama dari V*U, pas mau nonton maju mundur gitu, antara nggak minat sama bosen banget sih ga tau mau ngapain lagi, mau nonton K-Drama lagi belum dapet mood-nya.
Pernah download film ini dari V*U untuk ditonton kapan mood gitu, tapi lama banget dianggurin. Pas lagi dapet mood nonton, kok ya ngerasa bosen banget di sepuluh menit pertama, dan milih buat tidur aja akhirnya.
Sampe lusa kemarin, pas lagi santai karena Sandra udah tidur, dan bingung mau ngapain, yaudah mutusin buat nyelesaian ini film aja.
Eh.. nggak disangka, ternyata ceritanya mayan bagus juga.
Harap waspada ya, karena review ini mengandung SPOILER ALERT!
Cerita film ini dimulai dari meninggalnya seorang pemadam kebakaran bernama Kim Ja Hong, dan ketika diakhirat Ia bertemu dengan tiga malaikat penjaga (Gang-rim, Haewonmak, dan Dukchun) yang harus mendapatkan 49 teladan yang bisa reinkarnasi, agar mereka bertiga pun bisa ikutan reinkarnasi.
Kim Ja Hong ini merupakan arwah ke-48 yang dicalonkan oleh tiga malaikat penjaga tersebut sebagai teladan yang bisa reinkarnasi, tapi tentu saja tidak semudah itu Ciripa...
Kim Ja Hong ini harus lulus dari 7 pengadilan tanpa masuk neraka agar bisa reinkarnasi, setiap pengadilan tersebut mempunyai catatan kehidupan Kim Ja Hong yang dianggap kejahatan (walaupun terkadang hal sepele dan salah paham) dan patut diadili oleh mereka.
Nah, tugasnya tiga malaikat penjaga ini sebagai pembela dari setiap tuntutan yang diajukan kepada calon arwah teladan tersebut.
Bukan hanya itu, ternyata ibu dan adik dari Kim Ja Hong ini ikut menentukan apakah beliau dapat lolos dari 7 pengadilan tersebut atau sebaliknya.
Ibu dari Ja Hong ini merupakan Tuna rungu & wicara, dulu sewaktu Ja Hong masih remaja, ibunya sempat sakit parah, dan adiknya mengalami mal nutrisi karena keadaan hidup mereka, sehingga Ja Hong mempunyai niat untuk membunuh ibu, adik, dan dirinya sendiri. Tapi karena merasa tidak sanggup, akhirnya Ja Hong pergi dari rumah dan bekerja sangat keras untuk menebus rasa bersalahnya karena sempat mempunyai niat tersebut, dan ingin agar ibu dan adiknya mempunyai kehidupan yang lebih baik.
Adik Ja Hong, Kim Su Hong yang sudah masuk satuan tentara ketika dewasa mengalami penembakan tidak berapa lama setelah Ja Hong meninggal. Penembakan itu tidak disengaja oleh juniornya, dan ketika Su Hong menyuruh juniornya untuk menelepon pimpinan mereka dengan maksud minta tolong, sang pimpinan malah memutuskan untuk segera mengubur Su Hong, padahal Su Hong masih hidup, sehingga ia menjadi roh pendendam dan menjadi penghambat bagi Ja Hong ketika di akhirat dan menjalani pengadilan.
Gimana selanjutnya?? ya nonton aja sendirilah, biar tau ceritanya lebih detil, kalo diceritain semua ntar ga seru lagi lohh... hehehe...
Sebenarnya cerita film ini cukup simpel, tapi cukup bikin otak mikir kemana-mana, misalnya aku jadi mikir gimana ya ntar aku mati? Jadi mikir sendiri seberapa dosa yang sudah kubuat yang bisa saja diadili nanti di akhirat, dan yang paling bikin aku sedih itu scena ketika Su Hong mendatangi mimpi ibunya untuk pamit dengan berkata bahwa ibunya tidak perlu mencarinya lagi, karena ia sekarang sudah jadi jaksa ditempat yang jauh.
Pas adegan Su Hong lagi ngomong sama ibunya sambil nangis itu, aku beneran ikut mbrebes mili... hikkksss.. aku jadi beneran kangen mama... I miss you so damn much, ma.. andai punya kesempatan lagi buat ketemu mama.. sedih banget tauuu...
Eitss.. cerita dari film ini beneran ngaduk emosi sih, kadang sedih, tiba-tiba lawak, eh tiba-tiba lagi langsung tegang gitu keadaannya, cukup untuk bikin perasaan jadi kacau pas nonton.
Dari segi pemain sendiri, yang menurutku jadi scene stealer malah si Su Hong yang diperankan oleh Kim Dong Wook dan Haewonmak yang diperankan oleh Ju Ji Hoon.
Bukann.. bukan karena mereka pada ganteng sih..(walaopun itu udah pasti ye kann..), tapi akting mereka sangat meyakinkan si, sebagai roh pendendam, dan malaikat penjaga.
Su Hong bisa dengan garangnya pas lagi jadi roh pendendam, dan beneran mellow pas lagi pamit sama ibunya, kadang juga keliatan lawak pas di adegan lain, salut sih sama kemampuan aktingnya. Sambil nonton sambil mikir ini orang main di film atau drama apalagi ya, kayaknya enak buat liatin aktingnya.. Pas ku googling, ternyata main di K-Drama berjudul The Guest yang pernah kutonton. Penampilan Kim Dong Wook disitu pun ga kalah bagus loh, aktingnya beneran maksimal. The Guest sendiri merupakan drama yang bercerita tentang eksorsisme dan perdukunan, aku yang penakut ini dipaksa nonton karena penasaran abis sama jalan ceritanya.
Jadi intinya sih kalo aktor/aktrisnya punya akting yang mumpuni, mudah-mudahan film yang dibintanginya pun kemungkinan besar juga mumpuni ceritanya, gitu sih menurutku... menurutkuu loh yaaa...
Nah, malem ini rencananya aku mau nonton sekuel dari film ini, judulnya Along with the Gods: The Last 49 Days, mudah-mudahan ceritanya masih bagus kayak yang pertama ya... udah ga sabar ini mau nonton...
So, yang lagi bosenan dan butuh referensi tontonan, bolehla masukin satu K-Movie ini sebagai salah satu film berikutnya yang mau kamu tonton.
My Score : 8/10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar